SEKELUMIT CERITA DI WISMA SALAM – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

SEKELUMIT CERITA DI WISMA SALAM

by

Dengan modal harapan dan niat yang baik kami dari wates meluncur ke Wisma Salam yang ada di kota Muntilan. Walau harus diguyur hujan dan angin kencang, berkat perlindungan  dan penyertaan Tuhan Yesus, akhirnya kami sampai lah disana.  Saat pertama tiba kami ( saya dengan bu Ida) sejenak menikmati teh hangat dan snack yang sudah disediakan oleh panitia. Acara sudah dimulai. Saat itu kami sedikit kurang PD atau percaya diri karena pesertanya kebanyakan anak-anak muda, ada yang SMP, SMA dan anak kuliahan. Saya berbisik pada ibu Ida “ Bu kayaknya aku paling tua usiaku sudah hampir setengah abad, waduh mestinya bukan aku nih yang datang, paling tidak anak OMK “ bu Ida pun menjawab “ Iya ya bu pesertanya kebanyakan anak-anak”.

Acara demi acara pun kami ikuti,  bernyanyi, menari dan bermain. Dalam hatiku pun masih kurang tertarik dan hatiku bicara “ iki opooo….. wong tuo kok kon dolanan karo anak putu”.  Saat itu kami dibagi kelompok. Saya masuk kelompok satu. Saya agak sedikit merasa percaya diri, ternyata walau diacak cara pembagian kelompok ternyata di kelompok kami banyak ibu –ibu yang tidak jauh dengan usiaku bahkan ada yang lebih tua dariku. Dalam kelompok kami belajar bersama bagaimana cara menyampaikan materi APP yang ada di buku APP 2018 dengan penuh kreatif. Kami berdiskusi akhirnya kami menemukan cara yang berbeda dengan kelompok lain. Karena malam sudah mulai larut dan sudah banyak yang mengantuk maka acara hari pertama selesai dan kami masuk kamar masing-masing untuk beristirahat. Sebelum beristirahat kami berkupul untuk berdoa dan merenungkan bacaan dari Kitab Suci. Pemandunya adalah anak-anak muda dari SOMA.

Malam semakin larut dan dingin karena hujan belum juga reda dari tadi pagi. Terima kasih Tuhan Yesus karena semalaman kami boleh berisitirahat dengan tenang, dan kami boleh menikmati hari yang baru. Jam 6 pagi kami bangun, senam pagi, lalu mandi, sarapan dan kami berkumpul kembali di aula untuk melanjutkan kegiatan kemarin, lama-lama kami mulai terbiasa dengan mereka, kami belajar banyak pengetahuan yang baru, kata panitia kami termasuk wajah baru yang tidak pernah mengikuti  dalam kegiatan semacam ini. Semakin lama acara semakin seruuuu…… hanya saja terus terang saya memang merasa kurang enjoy karena saya termasuk orang tua. Sedangkan kebanyakan pesertanya adalah anak-anak muda. Saya berfikir dan punya rencana kapan-kapan yang harus ikut kegiatan semacam ini anak  PIR dan OMK.  Selain asik banyak sekali manfaatnya seperti. Rasa Cinta kita kepada Tuhan Yesus semakin bertambah, iman kita semakin dikuatkan, relasi teman seiman semakin luas, dan lebih asik lagi bisa dapet bonus lhoo, kalau setia pada Tuhan Yesus yaitu kita bisa dapat kemungkinan besar dapat jodoh yang seiman. Asik khannnn…. ?????

Oh iya…. saya sebagai pembina PIR, tahun ini punya program yang cukup padat, karena proker akan disesuaikan dengan proker Kevikepan DIY dan KAS. Tapi apalah artinya Proker kalau tanpa ada dukungan dari seluruh umat di Paroki St Maria Bunda Penasihat baik Wates Kulon Progo. Karena itu kami mohon dari semua paroki Wates untuk menggiatkan kembali kegiatan anak dan remaja juga OMK yang selama ini sepi tanpa cerita.

Ayo anak-anak, adik-adik dan kaum muda generasi penerus Gereja para Laskar Kristus. Bangkitlah, masa depan gereja ada di tangan kalian…. Semangat…!!!!!!!

SUSAN
Berkah Dalem.

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: