Senin, 27 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Senin, 27 Agustus 2018

Senin, 27 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Senin, 27 Agustus 2018
Peringatan Wajib St. Monika
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
2Tes. 1:1-5,11b-12; Mzm. 96:1-2a,2b-3,4-5; Injil Khusus Luk. 7:11-17, atau Sir. 26:1-4,16-21; Mzm. 131:1,2,3; Luk. 7:11-17. BcO Ef. 6:1-9.

Nas Injil:
11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. 12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.” 17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Percikan Nas:
Kematian selalu menghadirkan duka. Harapan terasa pupus. Mimpi-mimpi yang dibangun seakan tenggelam dan hilang lenyap tak berbekas. Gelap dan gelisah kuat menjerat dan sering sulit untuk dilepas.
Sang janda dalam Injil mempunyai harapan pada anak lelakinya. Sang anak menjadi pelita bagi hidupnya. Ia energi bagi daya hidupnya. Kini anaknya mati. Lunglai hidupnya. Dunia harapannya hilang. Namun Yesus menghidupkannya kembali. Ia membangkitkan anaknya.
Mungkin kita pun pernah mengalami lunglai dan tak berdaya. Harapan terasa sirna. Impian terasa hampa. Semangat tak lagi bergema. Seperti si janda mari kita gerakkan hati Tuhan untuk menolong. Tuhan yang tergerak akan menghidupkan kembali yang mati, mengembalikan yang hilang dan menggetarkan daya yang lemah.

Doa:
Tuhan liriklah diri kami. Sudilah Engkau datang menyentuh kami. Kuatkan mereka yang lagi berduka. Hidupkan mereka yang berada dalam kegelapan. Amin.

Menghidupkan harapan
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: