Senin, 11 Juni 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Senin, 11 Juni 2018

Senin, 11 Juni 2018
by

Percikan Nas
Senin, 11 Juni 2018
Peringatan Wajib St. Barnabas
warna liturgi Merah

Bacaan-bacaan:
Kis. 11:21b-26; 13:1-3; Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6; Mat. 10:7-13. BcO Yos. 5:13-6:21.

Nas Injil:
7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. 8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. 9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. 10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. 11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. 12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. 13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Percikan Nas
Hari ini kita memperingati St Barnabas. Orang ini tidak banyak dikisahkan dalam Kitab Suci. Namun kalau kita teliti dia adalah pribadi yang luar biasa. Ia adalah orang yang menerima Paulus kala Paulus lagi bertobat. Kala yang lain ragu ia mantap menerima dan mendampingi Paulus. Kala Paulus menjadi pribadi yang besar ia rela mundur dan membiarkan Paulus makin besar. Ia ikhlas melakukan semua itu karena yang utama baginya adalah warta tentang Kristus bisa tersebar dan tertanam.
Mungkin kita pun sering menemui orang yang sedang bertobat. Tidak sedikit yang skeptis dengan pertobatan tersebut. Sering kita jadi sendirian menerima mereka yang bertobat. Mungkin banyak pula kata-kata miring karena kita menerima orang yang bertobat.
Yang layak pula kita sadari adalah bahwa mereka yang bertobat itu seringkali mempunyai daya yang tinggi untuk memperbaiki diri. Pada saat tertentu pencapaian mereka sangat luar biasa. Bisa jadi pada masa tertentu dia akan jadi lebih baik dari kita. Kita perlu menyiapkan hati untuk itu. Namun kita tidak perlu khawatir. Mereka yang kita terima kala bertobat tidak akan pernah melupakan kita. Paulus pun tetap menaruh hormat Barnabas yang menerima dia kala lagi bertobat. Maka marilah kita terima mereka yang bertobat dengan hati yang terbuka.

Doa:
Tuhan semoga aku mempunyai keberanian menerima mereka yang bertobat. Aku juga ingin mendampingi perbaikan hidup mereka. Berkatilah saudara-saudariku yang bertobat. Mantapkan hati mereka yang sedang ingin bertobat. Amin.

Menerima yang Bertobat
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: