Senin, 10 September 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Senin, 10 September 2018

Senin, 10 September 2018
by

Percikan Nas
Senin, 10 September 2018
Nikolaus Tolentino, Oglerius, Fransiskus Gereate
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
1Kor. 5:1-8; Mzm. 5:5-6,7,12; Luk. 6:6-11. BcO 2Ptr. 1:12-21

Nas Injil:
6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. 7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. 8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri. 9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” 10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. 11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.

Percikan Nas:
Sering kita mendengar omongan-omongan tentang ketidakpuasan akan sesuatu. Kadang omongan seperti itu disampaikan secara diam-diam kepada kelompoknya. Sekarang ini omongan seperti itu sering disampaikan secara terbuka di hadapan publik. Sedikit banyak omongan seperti itu bertujuan untuk menghasut orang lain supaya membela dirinya dan memusuhi yang sedang diomongi.
Yesus menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya. Mungkin kalau sekarang kayak stroke ya? Mungkin saja sih. Tindakan Yesus ini sudah menjadi incaran orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka yang sangat membela hari sabat merasa terusik kalau di hari sabat orang bekerja. Benarlah kiranya, tindakan Yesus pun menimbulkan amarah mereka dan mereka berunding untuk menyikapi tindakan Yesus ini (bdk Luk 6:11).
Memang sebuah tindakan pasti mengandung resiko. Pada jaman sekarang ini tindakan baik malah lebih beresiko. Mereka yang mau jujur di pekerjaannya malah disingkirkan teman-temannya. Mereka yang rajin dibilang cari muka. Mereka yang berbhakti dibilang ndompleng kuasa. Tindakan-tindakan tulus sekalipun akan mendapat komentar, amarah bahkan cercaan. Belajar dari Yesus kita pun bisa menegaskan, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?” (Luk 6:9).

Doa:
Tuhan berkatilah saudara-saudari kami dan diri kami sendiri dalam mengusahakan kebaikan. Semoga kami tidak kendor dan mengurungkan perbuatan baik karena cercaan dan celaan yang mungkin akan kami terima. Amin.

Tantangan berbuat baik

September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci”
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: