Senin, 09 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Senin, 09 Juli 2018

Senin, 09 Juli 2018
by

Percikan Nas
Senin, 09 Juli 2018
Agustinus Zhao Rong, dkk, Hermina, Yohana Skopelli, Leo Ignasius Mangin
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Hos. 2:13,14b-15,18-19; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 9:18-26. BcO Ams. 3:1-20.

Nas Injil:
18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” 19L alu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” 22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. 23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, 24 berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. 25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. 26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.

Percikan Nas:
Setiap orang yang sakit pasti mengharapkan kesembuhan. Berobat di manapun akan dijalani. Dokter yang satu bisa berganti ke sekian banyak dokter yang lain. Kalau merasa tidak puas lalu ke alternatif. Sekali dua kali puas, berikutnya akan berusaha cari alternatif yang lain. Tidak sedikit yang habis hartanya demi kesembuhan sakitnya.
Perempuan dalam Injil hari ini dikisahkan mengalami pendarahan selama 12 tahun. Harta dia habis untuk biaya pengobatan. Namun semua sia-sia. Sakitnya tidak segera sembuh. Hartanya habis. Berita tentang Yesus menumbuhkan harapannya. Saat bertemu Yesus ia pun ingin menjamah jumbai jubahnya. Karena ia yakin bila bisa melakukan itu ia akan sembuh. Benar. Dia sembuh.
Kala tertentu kita pun bisa berada dalam situasi mentok. Seakan tidak ada jalan keluar yang bisa kita lewati. Pada masa seperti itu iman kita berada dalam tantangan yang besar. Belajar dari perempuan yang disembuhkan Yesus kita pun diberi teladan untuk mengandalkan Yesus. Mari kita datang kepada-Nya. Dengan penuh keyakinan kita percaya akan membuka jalan kita. Kita tetap perlu tenang dan tidak panik. Kepanikan bisa menutup harapan kita.

Doa:
Tuhan Engkau berkenan menolong mereka yang percaya kepada-Mu. Semoga aku pun mempunyai kepercayaan seperti perempuan yang Kausembuhkan dari sakitnya. Bantu dan tolonglah aku dan orang-orang yang memohon doaku. Amin.

Kupercaya pada-Mu.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: