Senin, 07 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Senin, 07 Mei 2018

Senin, 07 Mei 2018
by

Percikan Nas
Senin, 07 Mei 2018
Marie-Louise dr Yesus Trichet
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26-16:4a. BcO Kis. 21:1-26.

Nas Injil:
26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.” 1 “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. 2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. 4 Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.” (16-4b) “Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,

Percikan Nas
Sebuah tindakan selalu memuat resiko. Bahkan tindakan seaman apa pun tetap mempunyai resiko. Makan pun orang bisa tersedak. Badminton bisa terkilir. Namun semua orang mesti makan. Semua orang perlu olah raga. Resiko adalah konsekuensi yang mesti ditanggung bila terjadi namun bisa dikurangi kemungkinannya.
Yesus pun menampilkan resiko yang harus ditanggung kalau mengikuti-Nya. “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah” (Yoh 16:1-2). Yesus mengatakan itu supaya sejak awal para murid tahu dan tidak kecewa.
Hidup kita memang penuh resiko. Menjadi murid Tuhan pun banyak resiko yang mesti ditanggung. Namun kita tidak perlu takut. Tuhan pun menyiapkan daya yang cukup untuk melaluinya. Rahmat-Nya selalu cukup bagi mereka yang bersandar kepada-Nya.

Doa:
Tuhan teguhkan hatiku untuk mengarungi hidup dan beriman kepada-Mu. Aku percaya Engkau tidak pernah meninggalkanku dalm kesulitan yang tidak mampu kutanggung. Engkau selalu memberi jalan bagiku menghadapi resiko yang ada. Amin.

Resiko
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: