Senin, 06 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Senin, 06 Agustus 2018

Senin, 06 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Senin, 06 Agustus 2018
Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Dan. 7:9-10,13-14, Mzm. 97:1-2,5-6,9; 2Ptr. 1:16-19; Mrk. 9:2-10. BcO 22Kor. 3:7-4:6.

Nas Injil:
2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, 3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. 4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” 6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. 7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” 8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. 10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Percikan Nas:
Hari ini adalah pesta penampakan Tuhan. Membaca bacaan hari ini saya tertarik dengan ayat ini, “Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi” (Mrk 9:2). Saya tidak tahu persisnya 6 hari itu dihitung dari mana. Namun, maaf kalau keliru, mungkin itu 6 hari setelah bekerja. Hari Sabat. Pada saat itu Yesus mengajak para murid untuk rekreasi sambil nenepi di gunung.
Tuhan mengambil waktu untuk berekreasi dan nenepi dengan para murid sesudah hari keenam. Rasanya Tuhan perlu mengambil waktu khusus hanya bersama murid terpilihnya. Mungkin dalam bahasa sekarang disebut “me time”. Dalam waktu khusus itu Tuhan memancarkan kemuliaan-Nya dan membuat hati murid-Nya bergembira.
Belajar dari itu kiranya kita pun sekali waktu perlu mengambil waktu khusus untuk diri kita sendiri atau keluarga. Setelah setiap hari sibuk dengan pekerjaan kita menyediakan waktu khusus untuk diri kita. Kiranya hal itu sungguh layak untuk kita rencanakan. Dengan berani mengambil waktu khusus tersebut kita pun bisa memancarkan kemuliaan Tuhan.

Doa:
Tuhan Engkau mengajariku menyediakan waktu istimewa untuk orang-orang istimewa. Semoga aku pun berani mengambil waktu khusus dalam hidup harianku. Aku percaya kemuliaan-Mu akan memancar di sana. Amin.

Me Time
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: