Senin, 02 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Senin, 02 April 2018

Senin, 02 April 2018
by

Percikan Nas
Senin, 02 April 2018
HARI SENIN dalam OKTAF PASKAH
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 2:14,22-32; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Mat. 28:8-15. BcO Kis. 1:1-26.

Nas Injil:
8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.” 11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala. 12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu 13 dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. 14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” 15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Percikan Nas
Suap. Suap bisa mengubah kebenaran. Orang pun tidak segan-segan untuk memberi suap walau ancaman hukuman pada mereka yang melakukan cukup signifikan. Banyak orang yang melakukan suap telah ditangkap dan dibui.
Budaya suap nampaknya mengikuti sejarah hidup manusia. Para serdadu menerima uang suap dari para tua-tua. “Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur” (Mat 28:12-13).
Rasanya kita perlu waspada dengan kehadiran suap ini. Jangan sampai kita tergoda suap untuk mengubah kebenaran. Ketika kita melakukan hal tersebut maka kita telah menghancurkan banyak orang. Perlu sungguh disadari bahwa suap itu merusak banyak orang, mengacaukan kehidupan orang lain dan terancam hukuman.

Doa:
Tuhan Allah kami, jagailah anak-anak-Mu agar tidak jatuh dalam perangkap suap. Semoga dunia ini bisa menghadirkan kebenaran dan bukan tipu muslihat. Amin.

Selamat Paskah.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: