Selasa, 27 Maret 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 27 Maret 2018

Selasa, 27 Maret 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 27 Maret 2018
HARI SELASA DALAM PEKAN SUCI
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Yes. 49:1-6; Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15,17; Yoh. 13:21-33,36-38. BcO Yer. 8:13-9:8.

Nas Injil:
21 Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” 22 Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. 23 Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. 24 Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!” 25 Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?” 26 Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.” Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. 27 Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.” 28 Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. 29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. 30 Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. 31 Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. 32 Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. 33 Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. 36 Simon Petrus berkata kepada Yesus: “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Jawab Yesus: “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku.” 37 Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!” 38 Jawab Yesus: “Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.”

Percikan Nas
Dikhianati memang menyakitkan. Hal itu terasa semakin menyakitkan kala dilakukan oleh orang yang dikasihi. Yesus dikhianati oleh Yudas Iskariot, salah seorang murid-Nya. Yudas tega menjual Yesus kepada para pemuka agama. Namun Yesus tidak dikuasai oleh rasa sakit hati tersebut. Ia tetap mengasihi murid-murid-Nya dan terus menjalankan tugas perutusan-Nya.
Kasih itu kuat. Kasih itu mampu mengalahkan rasa sakit yang mengenai seseorang. Kala kasih itu hidup ia akan mampu menjalani kehidupan dengan baik, bahkan tetap mampu menaburkan kasih kepada yang menyakiti.
Mungkin kita pun pernah mengalami sakit hati. Belajar dari Tuhan kiranya kita tidak perlu berhenti pada rasa sakit tersebut. Kita perlu terus menghidupkan kasih yang telah dianugerahkan. Kala kasih yang kita hidupkan maka rasa sakit itu tak akan terasa lagi.

Doa:
Tuhan terima kasih atas kasih-Mu bagi kami. Meski banyak luka telah kami buat kepada-Mu namun Engkau tidak kehilangan cinta-Mu kepada kami. Pujian dan syukur kami. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: