Selasa, 25 September 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 25 September 2018

Selasa, 25 September 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 25 September 2018
Hari Biasa
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Ams. 21:1-6,10-13; Mzm. 119:1,27,30,34,35,44; Luk. 8:19-21. BcO Tb. 3:7-17

Nas Injil:
19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. 20 Orang memberitahukan kepada-Nya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” 21 Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”

Percikan Nas
Menjenguk anak merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi orang tua. Di sana rasa kangen bisa terobati. Rasa cinta teraktualisasi. Sang anak pun akan merasa gembira kala mendapat kunjungan orang tuanya. Pemandangan seperti ini sering terlihat kala ada hari kunjungan keluarga di Seminari maupun asrama-asrama yang lain. Mungkin juga oleh mereka yang lagi di perantauan bahkan juga bagi mereka yang lagi dipenjara.
Suasana agak beda terjadi kala Maria mengunjungi Yesus. Kala diberitahukan bahwa ibunya datang Yesus malah menjawab, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk 8:21). Apa Yesus tidak suka dikunjungi ibunya? Kiranya bukan begitu. Kesanku Yesus malah mau memproklamirkan, “Ini lho ibuku, orang yang mendengarkan dan melakukan firman Tuhan.” Maria pun tidak marah dengan jawaban Yesus karena ia tahu apa yang dimaksud Yesus. Maria dan Yesus telah saling mengenal dengan baik satu sama lain.
Kehadiran selain menghapus rasa kangen juga untuk menegaskan kesatuan hati dan bahasa. Mereka yang saling tahu dan kenal akan saling tahu bahasa satu sama lain. Pengenalan ini memberikan ruang kehangatan. Semakin kenal kita bisa semakin mengerti maksud kawan dialog kita , yang mungkin sulit dipahami oleh orang lain.

Doa:
Tuhan terima kasih aku Kaujumpakan dengan orang-orang yang mengenal bahasaku. Aku juga bersyukur bisa mengenal bahasa sesamaku. Semoga aku pun bisa semakin mengenal bahasa-Mu dan cinta ini makin hidup dalam cara lakuku. Amin.

Kenal bahasa.

September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci”
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: