Selasa, 24 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 24 April 2018

Selasa, 24 April 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 24 April 2018
Fidelis dr Sigmaringen, Maria Eufrasia Pelletier
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30. BcO Kis. 16:16-40

Nas Injil:
22 Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. 23 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. 24 Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” 25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, 26 tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. 27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, 28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. 29 Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. 30 Aku dan Bapa adalah satu.”

Percikan Nas
Pada masa-masa sekarang ini orang mulai menebak-nebak siapa yang akan dicalonkan menjadi presiden. Ada beberapa partai yang masih mencari siapa calonnya. Bahkan ada partai yang blak-blakan menanti prosentase elektabilitas calon. Mereka yang punya elektabilitas tinggi yang akan didukung.
Orang-orang pun bertanya-tanya siapa Yesus bagi mereka. “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami” (Yoh 10:24). Yesus tidak menjawab secara langsung tapi meminta mereka untuk melihat dari apa yang Ia kerjakan.
Kiranya kinerja calon pantas kita perhitungkan dalam pilihan kita. Jangan sampai kita malah jatuh memilih orang yang hanya bisa berjanji tapi tidak mampu bekerja sungguh untuk masyarakat karena sentimen pribadi dan golongan. Kita akan memilih pemimpin untuk negara dan bangsa. Kita bukan sekedar memilih untuk golongan kita. Walau calon yang baik bukan dari golongan kita bukan berarti tidak bisa kita pilih. Sebaliknya kalau calon dari golongan kita track recordnya buruk ya tidak perlu kita pilih.

Doa:
Bapa berkatilah bangsa kami agar sungguh-sungguh mampu memilih pemimpin untuk bangsa dan negara kami. Bukalah hati dan budi agar bisa secara objektif menentukan pilihan pemimpinnya. Amin.

Memilih dengan jernih.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: