Selasa, 20 Maret 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 20 Maret 2018

Selasa, 20 Maret 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 20 Maret 2018
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-21; Yoh. 8:21-30. BcO Bil. 14:1-25.

Nas Injil:
21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” 22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” 23 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” 25 Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? 26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.” 27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. 28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” 30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Percikan Nas
Ketika kita menghadapi sesuatu yang tidak kita mengerti apa yang kita lakukan? Bertanya? Diam? Protes? Marah? Jengkel? Atau apa? Ada aneka sikap yang bisa muncul kala tidak paham terhadap suatu hal. Orang-orang pun ada yang bertanya, mengguman, menebak-nebak dengan kata dan perbuatan Yesus. Mereka kesulitan menentukan siapa Yesus itu sebenarnya.
Perbedaan latar belakang dan konteks sering membuat sesuatu tidak mudah dipahami. Cara berpikir Yesus dan orang-orang seringkali berbeda. Ini karena Yesus berasal dari atas dan orang-orang dari bawah. Dalam situasi seperti itu salah satu hal yang bisa dilakukan adalah percaya atau tidak menganggap. Kerendahan hati untuk mengakui perbedaan akan membangun kerelaan menerima yang masih menjadi tanda tanya.
Mari kita memohon pada Tuhan agar mampu menerima sesuatu yang sulit dan masih menyimpan tanya. Kita buka budi hati kita untuk menampung misteri di sekitar kita. Bahkan rasanya kita tidak perlu memaksakan diri untuk mengerti yang belum dimengerti. Kerelaan, keiklasan dan kerendahan hati akan menuntun pemahaman kita.

Doa:
Bapa bantulah aku untuk menerima hal-hal yang belum kupahami sepenuhnya. Semoga dengan bimbingan-Mu aku bisa menyelami misteri kehidupan dan kebersamaan dengan-Mu. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: