Selasa, 17 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 17 Juli 2018

Selasa, 17 Juli 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 17 Juli 2018
Maria magdalena Postel, Magdalena Albrici dr Como, Teresia dr Agustinus
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Yes. 7:1-9; Mzm. 48:2-3a,3b-4,5-6,7-8; Mat. 11:20-24. BcO Ayb. 3:1-26.

Nas Injil:
20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: 21 “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. 23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. 24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.”

Percikan Nas:
Dalam suatu suku tertentu ada rasa persaudaraan yang kuat. Mereka tidak menginginkan anggota keluarganya mengalami kesulitan. Mereka akan berusaha membantu sedemikian rupa agar keluarganya tidak mengalami kesulitan. Namun pertolongan itu mempunyai batasnya juga. Misalnya kalau sudah tiga kali ditolong tetep tidak bangkit maka akan ditinggalkan.
Di kota Khorazim dan Betsaida Yesus banyak melakukan mukjijat. Walau telah banyak mukjijat dilakukan namun orang-orang di kota tersebut tidak juga segera bertobat. Yesus pun berkata keras kepada mereka akan masa depannya yang lebih berat dari orang Tirus dan Sidon.
Dalam diri kita pun mungkin selalu ingin berbuat baik, juga kepada mereka yang jahat. Sering mereka tidak menerima, menghargai perbuatan kita. Mungkin mereka malah meremehkan kita dan menolak kita. Namun demikian kiranya kita tidak perlu berhenti berbuat baik. Berbuat baik adalah hakikat kita sebagai ciptaan Tuhan. Soal tanggapan orang tersebut kita pasrahkan saja pada Tuhan biar Tuhan yang bekerja.

Doa:
Bapa banyak kebaikan yang Kaulimpahkan kepada umat manusia. Namun demikian banyak juga yang tidak mengakui dan bahkan menolak. Engkau pun tidak kapok untuk memberikan kebaikan. Semoga aku juga mampu bertahan menghadirkan kebaikan walau tidak dihargai dan tidak diterima bahkan ditolak. Amin.

Tetap baik.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: