Selasa, 10 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 10 Juli 2018

Selasa, 10 Juli 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 10 Juli 2018
Nicklaus Pick
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Hos. 8:4-7,11-13; Mzm. 115:3-4,5-6,7ab-8,9-10; Mat. 9:32-38. BcO Ams. 8:1-5,12-36.

Nas Injil:
32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. 33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” 34 Tetapi orang Farisi berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” 35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. 36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. 37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. 38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Percikan Nas:
Setiap kali ada tahbisan umat yang hadir selalu berlimpah. Umat sangat mendukung kehadiran imam-imam baru dalam Gereja. Banyak doa mereka untuk kehadiran para imam. Namun tidak sedikit pula dalam doanya dikatakan bahwa asal jangan anak saya. Ada banyak yang ingin anaknya jadi imam namun tidak sedikit pula yang keberatan.
Tuhan Yesus bersabda, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat 9:37-38). Seorang imam kadang sehari bisa harus melayani Ekaristi sampai 4 atau 5 kali. Tuaian memang banyak, tapi pekerja sedikit.
Tuhan mengajari kita supaya Tuhan mengurimkan pekerja-pekerja penuai panenan. Kerelaan kita untuk memberikan diri memungkinan hadirnya pekerja-pekerja tersebut. Kala setiap pribadi dari kita rela untuk memberikan diri maka pekerja itu akan tersedia. Kiranya kita tidak lagi berdoa asal jangan anak saya tapi berdoa kalau Engkau memanggil kuserahkan anakku. Tuhan yang akan memanggil. Bila Ia berkehendak panggilan itu bekerja, tidak ada yang sanggup menghalangi.

Doa:
Tuhan bila ada dari anggota kami ingin memberikan diri menjadi imam, bruder maupun suster maka kami serahkan. Rencana-Mu itu kuat dan pasti terjadi. Aku tidak ingin menjadi penghalang rencana-Mu. Dampingilah mereka yang telah memberikan diri kepada-Mu. Amin.

Kuserahkan yg Kaupanggil.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: