Selasa, 10 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 10 April 2018

Selasa, 10 April 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 10 April 2018
Hari Biasa Pekan II Paskah
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 4:32-37; Mzm. 93:1ab,1c-2,5; Yoh. 3:7-15. BcO Kis. 5:17-42.

Nas Injil:
7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” 9 Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?” 10 Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? 11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. 12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi? 13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Percikan Nas
Menyambung permenungan kemarin, pertemuan dengan Yesus memberikan banyak hal baru kepada Nikodemus. Bahkan dalam perjumpaan ini Nikodemus sudah mendapat warta bagaimana Yesus akan ditinggikan sebagaimana dulu Musa meninggikan ular. Yesus telah menyampaikan nubuat tentang hal yang harus dijalani oleh Yesus.
Perjumpaan-perjumpaan kita dengan sesama pun bisa menghantar kita pada penemuan-penemuan baru. Kadang-kadang kita pun bisa heran dengan penemuan-penemuan tersebut. Kala kita cermat dan titen kita pun bisa menemukan kemungkinan-kemungkinan yang akan kita lalui dalam hidup kita. Kita bisa memprediksikan jalan hidup kita. Penemuan ini makin tajam kala kita menyambung perjumpaan dengan Yesus yang erat dan akrab.
Kiranya kita pun perlu mencontoh Nikodemus yang berani menemui Yesus dan belajar kepada-Nya. Mari kita sediakan waktu untuk berjumpa dengan Tuhan. Kita selalu berdialog dengan Tuhan di waktu-waktu istimewa. Semoga kala kita intim dengan Yesus kita pun menemukan hal-hal baru dalam hidup kita dan kita peka melihat masa depan kita.

Doa:
Tuhan ijinkanlah aku berdekatan dengan-Mu. Bantulah aku membaca kehidupanku. Semoga aku makin peka membaca rencana-Mu kepadaku. Amin.

Intim dengan Tuhan.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: