Selasa, 08 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 08 Mei 2018

Selasa, 08 Mei 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 08 Mei 2018
Alosius Rabata, Yeremias dr Salakhia
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Yoh. 16:5-11. BcO Kis. 21:27-39.

Nas Injil:
5 tetapi sekarang Aku pergi kepada Dia yang telah mengutus Aku, dan tiada seorangpun di antara kamu yang bertanya kepada-Ku: Ke mana Engkau pergi? 6 Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita. 7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. 8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; 10 akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; 11 akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Percikan Nas
Sering orang merasa sayang kalau seorang imam yang dianggap berhasil pindah tugas. Tidak sedikit yang kecewa bahkan khawatir apakah ada yang akan meneruskan karyanya. Apakah penggantinya mampu dan mau meneruskan hal baik yang telah dikerjakan. Mereka pun ingin menahan agar imam tersebut tidak pindah.
Namun kiranya sangat penting imam tersebut pindah. Semakin ia lama di tempat tersebut semakin bergantung umat kepadanya. Apa yang telah ia buat bisa diteruskan oleh umat dan ia layak menyebarkan kebaikan di tempat lain. Umat yang telah didampingi dengan baik bisa berkembang dengan baik walau pengganti tidak sebaik imam tersebut.
Yesus pun mengambil sikap meninggalkan para murid. Ia harus pergi. Ia mempercayakan pendampingan para murid kepada Roh Kudus. “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh 16:7). Para murid pun bertumbuh dan menjadi lebih baik kala sudah disapih oleh Yesus. Dalam kekuatan Tuhan mereka menjadi saksi-saksi yang militan.

Doa:
Bapa semoga aku berani menghadapi kehidupan ini dengan teguh dan yakin. Semoga aku mampu mandiri kala harus berjalan sendiri. Utuslah Roh-Mu untuk menemaniku. Amin.

Siap berganti.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: