Selasa, 04 September 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Selasa, 04 September 2018

Selasa, 04 September 2018
by

Percikan Nas
Selasa, 04 September 2018
Rosa dari Viterbo
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
1Kor. 2:10b-16; Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab,13cd-14; Luk. 4:31-37. BcO 1Tim. 6:11-21.

Nas Injil:
31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.” 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Percikan Nas:
Sekarang ini suatu peristiwa gampang sekali menyebar. Jangkauan penyebarannya pun makin luas. Kalau dulu suatu berita bisa tersebar ke banyak tempat butuh waktu. Sekarang dalam hitungan detik satu peristiwa bisa segera diketahui oleh ribuan orang. Sarana tehnologi komunikasi masa kini memungkinkan semua itu. Peristiwa istimewa, unik, mungkin juga kontroversial akan segera menyebar dan viral.
Tindakan Yesus menghardik rih jahat membuat orang-orang pun heran dan kagum. Peristiwa ini pun segera menyebar. Andai tehnologi komunikasi sudah seperti sekarang maka seluruh dunia akan segera mendapat kabar tersebut atau minimal orang-orang pun akan searching berita itu.
Saudara-saudari yang terkasih, kini semua orang bisa menjadi seperti wartawan. Siapapun kita. Dan semua orang pun bisa menjadi sumber berita. Tindakan tertentu kita pun bisa menjadi berita. Info yang tidak tepat dan bisa menjadi gosip akan menjadi makanan lezat bagi pemanas gosip. Berita negatif gampang sekali meluas. Namun kiranya kita perlu memberikan berita-berita baik. Memang berita baik sering tidak gampang tersebar. Kita bisa mencontoh para murid yang kagum pada karya baik Tuhan dan menyebarkannya. Mari kita juga gampang kagum dengan kebaikan-kebaikan dan menyebarkannya.

Doa:
Tuhan sering berseliweran berita-berita negatif dan jahat di duniaku sekarang ini. Bantulah kami agar mampu mengubahnya. Semoga kami bisa banyak menghadirkan warta kebaikan di dunia ini. Semoga berita baik yang menghiasi dunia kami. Amin.

Gampang kagum

September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci”
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: