Sabtu, 7 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 7 April 2018

Sabtu, 7 April 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 7 April 2018
HARI SABTU dalam OKTAF PASKAH, Hari Sabtu Imam.
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15. BcO Kis. 4:5-31.

Nas Injil:
9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. 10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. 12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. 14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Percikan Nas
Markus merangkum kisah sikap para murid yang tidak percaya mendengar warta kebangkitan dari orang-orang yang telah mengalami penampakan Yesus. Sampai akhirnya Yesus sendiri menampakkan diri kepada mereka. Ia pun menegur kedegilan hati mereka.
Sering teralami bahwa warta dari orang kecil tidak mudah diterima orang besar. Sebaliknya warta dari orang besar, walau palsu sekalipun, gampang dipercaya. Membuat orang untuk percaya itu tidak mudah. Keyakinan, kepandaian mereka seringkali menimbulkan keraguan terhadap sesuatu yang tidak masuk akal. Semakin pintar seseorang merangkai pikiran dan khayalannya semakin sulit orang tersebut untuk percaya pada sesuatu.
Kiranya kepercayaan membutuhkan kerendahan hati. Memang ada banyak rangkaian pemikiran, dugaan tidak masuk akal menurut budi kita yang menghalangi kepercayaan. Kerendahan hati untuk menerima dan mengakui sesuatu yang tidak segaris dengan pemikiran kita akan menghantar kepercayaan. Kiranya kita perlu selalu waspada untuk tidak menjadi sombong diri.

Doa:
Bapa, semoga aku mempunyai kerendahan hati untuk mempercayai berita tentang-Mu. Semoga orang-orang rendah hati untuk menerima sesuatu yang beda dengan dirinya. Kuatkanlah kepercayaan kami. Amin.

Doakan kami para Imam di hari Sabtu imam ini.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: