Sabtu, 26 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 26 Mei 2018

Sabtu, 26 Mei 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 26 Mei 2018
Peringatan Wajib St. Filipus Neri
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Yak. 5:13-20; Mzm. 141:1-2,3,8; Mrk. 10:13-16; BcO 2Kor. 6:1-7:1.

Nas Injil:
13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. 14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. 15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” 16 Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Percikan Nas
Suatu kali saya disambati, “Rama, kami merasa perlu memberikan pendampingan bagi anak-anak pada saat ekaristi supaya mereka tidak ribut dan lari ke sana kemari.” “Terus mau digimanakan?” tanya saya. “Mereka kami ajak bernyanyi dan bermain di ruangan lain,” jawab mereka. “Kenapa pilihannya itu, bukan mengajari mereka supaya bisa ikut ekaristi dengan baik?” tanya saya.
Kadang karena keributan kita pingin memisahkan anak-anak dari Ekaristi. Maksud hati baik yaitu mendampingi anak-anak. Namun kenapa harus mengambil waktu kala Ekaristi? Bukankah di situ kita mempunyai kesempatan memperkenalkan anak-anak dengan Ekaristi dan mengajari mereka sikap yang benar dalam berekaristi. Masa kanak-kanak adalah masa yang istimewa bagi pembentukan anak-anak. Kalau mereka dipisahkan dari Ekaristi secara utuh apakah kita tidak mendidik anak-anak untuk merasa tidak masalah tidak ikut Ekaristi secara utuh?
Tuhan Yesus menerima anak-anak apa adanya. Ia memeluk mereka dengan penuh kasih. Menyambut mereka dengan kasih sama dengan menyambut Dia. Maka marilah kita dekatkan anak-anak kita dengan Tuhan. Salah satu pendekatan utama mereka kepada Yesus adalah Ekaristi. Kita ajari mereka untuk berekaristi dengan segala perjuangan yang perlu kita buat. Jangan biarkan mereka jauh dari keutuhan Ekaristi sumber dan puncak hidup kita sebagai orang Katolik.

Doa:
Tuhan anugerahkanlah ketekunan dalam diriku untuk mendidik anak-anakku berekaristi. Semoga mereka pun bisa semakin dekat dengan-Mu karena merayakan Ekaristi kudus-Mu. Amin.

Anak dan Ekaristi.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: