Sabtu, 21 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 21 April 2018

Sabtu, 21 April 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 21 April 2018
Anselmus
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 9:31-42; Mzm. 116:12-13,14-15,16-17; Yoh. 6:60-69. BcO Kis. 11:19-30.

Nas Injil:
60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” 61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? 62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? 63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. 65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” 66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Percikan Nas
Mengatakan sesuatu yang dinilai keras sangat mungkin akan ditinggalkan pendengar bahkan pengikutnya. Orang-orang pun mulai meninggalkan Yesus ketika mereka menilai perkataan Yesus itu keras. Namun para murid bertahan bersama Yesus. Diwakili Petrus mereka menangkap maksud yang disampaikan Yesus.
Kadang dalam kesempatan tertentu kita perlu mengatakan sesuatu dengan keras dan tegas. Rasanya kita pun perlu siap menerima konsekuensi untuk ditinggalkan. Ada orang-orang yang tidak siap menerima. Namun pasti ada pula yang siap menerima itu. Mereka yang mengerti dengan baik pasti akan bisa menerimanya. Bahkan mereka yang sempat pergi pun akan kembali dan berusaha mengikuti lagi.
Kiranya kalau ada sesuatu yang sungguh perlu untuk disampaikan secara tegas bahkan keras kita perlu menyampaikannya. Hal tersebut kita lakukan demi kebaikan bersama. Kuncinya adalah melakukan itu demi kebaikan bersama bukan demi menyakiti orang.

Doa:
Tuhan kuatkan hati kami untuk berkata benar dan tegas. Semoga karena rahmat-Mu aku bisa menyampaikan kebenaran. Semoga mereka yang tidak kuat oleh perkataanku pada saatnya kembali lagi dan kami bisa bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik.

Kata-kata keras.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: