Sabtu, 19 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 19 Mei 2018

Sabtu, 19 Mei 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 19 Mei 2018
Klemens dr Osimo dan Augustinus Tarano, Krispinus dr Viterbo
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 28:16-20,30-31; Mzm. 11:4,5,7; Yoh. 21:20-25. Sore : Kej. 11:1-9 atau Kel. 19:3-8a,16-20b atau Yeh. 37:1-14 atau Yl. 2:28-32; Mzm. 104:1-2a, 24, 27-28,29bc-30; Rm. 8:22-27; Yoh. 7:37-39.
BcO Kis. 28:15-28,30-31.

Nas Injil:
20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” 21 Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” 22 Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” 23 Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” 24 Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar. 25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Percikan Nas
Pada era pemerintahan Gus Dur kita mulai sering mendengar sebutan pembisik. Sering dibicarakan dalam kalangan umum bahwa ada banyak pembisik beliau. Sebutan itu terus berlanjut sampai dengan sekarang ini. Ada orang-orang khusus yang dipandang sebagai pembisik pemimpin. Ada atau tidak namun pembisik pastilah orang yang mempunyai relasi yang dekat dengan pemimpin dan dipercaya.
Petrus adalah pribadi yang dekat dengan Tuhan. Ia sering berdialog dengan Tuhan. Bahkan Ia selalu diajak terlibat dalam pengalaman-pengalaman istimewa bersama Tuhan. Ia pun berani menanyakan hal-hal khusus kepada Tuhan (bdk. Yoh 21:20).
Relasi yang mendalam memang memungkinkan seseorang berkomunikasi dengan lebih intim. Banyak hal rahasia disampaikan kepada para sahabat yang akrab. Ada banyak misteri kehidupan ini yang menjadi rahasia Tuhan. Kalau kita ingin menyingkap makna misteri tersebut maka marilah kita berelasi akrab dengan Tuhan. Tuhan akan menyingkapkan banyak misteri pada mereka yang akrab dengan-Nya.

Doa:
Tuhan semoga aku mampu mengenali misteri hidup ini. Aku percaya Engkau akan selalu membuka hati dan budiku untuk menangkap makna misterimu. Kepada-Mu aku percaya. Amin.

Kedekatan dan misteri.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: