Sabtu, 12 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 12 Mei 2018

Sabtu, 12 Mei 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 12 Mei 2018
Nereus, Akhilleus, Pankrasius, William Tirri, Leopoldus Mandic, Fransiskus dr Siena, Margaretha Bloching
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 18:23-28; Mzm. 47:2-3,8-9,10; Yoh. 16:23b-28. BcO Kis. 23:12-35.

Nas Injil:
23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. 24 Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. 25 Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. 26 Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, 27 sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. 28 Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.”

Percikan Nas
Salah satu kebahagiaan orang tua adalah bisa memberi pada anak-anaknya. Ia akan semakin bahagia kala anak meminta dan ia bisa mengabulkan. Kala anak-anak mereka sudah punya penghasilan sendiri dan tidak pernah meminta lagi ada sesuatu yang terasa hilang. Untung kalau mereka punya cucu sehingga bisa menyalurkan kebahagiaannya kepada mereka.
Para murid jarang bahkan tidak pernah meminta kepada Yesus. Yesus pun rindu dimintai. “Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu” (Yoh 16:24). Ia mendorong mereka untuk meminta. Mereka pun akan menerima yang diminta.
Sering kita merasa kasihan pada orang tua kita. Tidak tega kalau meminta-minta pada mereka. Dan tidak sedikit yang menolak pemberian orang tua karena merasa sudah punya. Yang layak kita ingat memberi adalah wujud eksistensi orang tua yang membahagiakan mereka. Tuhan pun mengijinkan bahkan menyuruh kita untuk meminta pada-Nya. Sebagaimana kita jangan menolak pemberian orang tua, kita pun jangan menolak pemberian Tuhan.

Doa:
Pujian dan syukur kuhaturkan karena kemurahan hati-Mu Tuhan. Aku juga bersyukur atas kasih-Mu melalui orang tuaku. Semoga aku tidak merepotkan orang tuaku dan bisa tetap memberikan kebahagiaan mereka. Lindungilah orang tuaku. Amin.

Kebahagiaan memberi.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: