Sabtu, 10 Februari 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 10 Februari 2018

Sabtu, 10 Februari 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 10 Februari 2018
Peringatan Wajib St. Skolastika
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
1Raj. 12:26-32; 13:33-34; Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22; Mrk. 8:1-10;
BcO Kej. 49:1-28,33.

Nas Injil:
1 Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: 2 “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. 3 Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.” 4 Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?” 5 Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.” 6 Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. 7 Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. 8 Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. 9 Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. 10 Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

Percikan Nas
Hati Yesus tergerak oleh belas kasih kepada mereka yang selalu mengikuti-Nya. Mereka tidak lagi mempunyai persediaan makanan. Ia pun mengutus murid-murid-Nya untuk menyediakan. Namun di antara mereka hanya ada sedikit makanan. Dari yang sedikit itu Yesus berdoa dan menggandakan makanan tersebut.
Suatu kali di suatu tempat akan mengadakan pesta wilayah dalam rangka perpisahan ramanya. Namun mereka tidak mempunyai uang untuk itu. Ketika mereka sedang berbicara sang rama datang. Rama itu pun tidak ingin ada pesta dengan biaya besar. Ia pun mengusulkan supaya umat yang berangkat misa membawa makanan yang akan disantap ke dalam misa tersebut. Setelah misa ada acara makan bersama dengan bekal masing-masing. Maka terjadilah makanan yang berlimpah dan semua orang merasa bergembira karena merasa menjadi bagian dari pesta tersebut.
Kadang kita pingin melakukan sesuatu namun daya kita terasa tidak memadai. Apa yang akan kita lakukan bila mengalami kondisi seperti itu?

Doa:
Tuhan Engkau tidak akan membiarkanku kekurangan. Tambahkanlah kecerdasan diriku untuk mengoptimalkan daya yang kumiliki agar bisa meraih harapan. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: