Sabtu, 09 Juni 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 09 Juni 2018

Sabtu, 09 Juni 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 09 Juni 2018
Peringatan Wajib Hati Tersuci Santa Perawan Maria
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
2Tim. 4:1-8; Mzm. 71:8-9,14-15a,16-17,22; Mrk. 12:38-44; atau Yes. 61:9-11; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7.8abcd; R 1a.; Luk. 2:41-51. BcO Gal. 5:25-6:18.

Nas Injil:
41 Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. 42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. 43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. 44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. 45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. 46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. 47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. 48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” 49 Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” 50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. 51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

Percikan Nas
Hati tersuci Maria. Membaca bacaan Injil hari ini terbayang betapa kuatnya hati Bunda Maria. Ia kebingungan karena Yesus anaknya hilang. Ke sana kemari ia mencari-Nya. Namun saat ketemu Yesus malah mengatakan, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:49). Pasti hati seorang ibu akan berat menerima perkataan anaknya tersebut. Maria dengan tenang menerima kata-kata Yesus tersebut dan tetep membawa dan merawat Yesus. Hatinya sungguh luar biasa dan sungguh suci.
Hati Maria sungguh menjadi teladan yang luar biasa bagi kita. Mungkin ia terluka dengan kata-kata Yesus. Walau demikian Maria tidak memelihara luka tersebut. Ia mampu menerima peristiwa tersebut sebagai bagian dari laku yang harus dia jalani. Yesus pun tetap sebagai anak yang mesti dia rawat dan besarkan. Kasihnya sebagai seorang ibu jauh lebih kuat daripada luka yang harus ditanggung.
Mungkin di antara kita pun pernah mengalami luka dalam hidup kita. Ketika tidak segera mengobati luka tersebut maka nanah dan kebusukan bisa mengikuti. Meneladan Maria kita jangan sampai dihabiskan oleh rasa luka dalam diri kita. Cinta yang kuat akan menghapuskan rasa luka. Namun kala kita tidak mempunyai cinta lagi maka luka akan menggerogoti diri kita. Maka mari kita kuatkan hati suci kita untuk selalu menghidupkan cinta yang telah diberikan Tuhan kepada kita.

Doa:
Bunda Maria, hatimu sungguh suci. Engkau selalu siap menerima segala peristiwa dalam hidupmu. Engkau pun tak tergerus oleh amarah dan rasa luka. Semoga aku pun mempunyai jiwa besar dalam hidupku dan selalu mengedepankan kasih dalam hidupku. Amin.

Hati tersuci Maria.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: