Sabtu, 07 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 07 Juli 2018

Sabtu, 07 Juli 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 07 Juli 2018
Maria Romero Meneses
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Am. 9:11-15; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 9:14-17. BcO Yes. 59:1-14.

Nas Injil:
14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” 15 Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. 16 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya. 17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”

Percikan Nas:
Setiap agama mempunyai tradisi berpuasa. Bahkan setiap budaya pun mempunyai tradisi berpuasa. Orang-orang Jawa mengenal aneka macam bentuk puasa. Ada puasa Senin-Kamis, puasa mutih, puasa ngebleng, tapa geni dan lain-lain. Setiap bentuk puasa mempunyai maksud dan arahnya sendiri.
Orang-orang Yahudi juga mempunyai tradisi berpuasa. Puasa bahkan menjadi gaya hidup mereka. Karena menjadi gaya hidup maka sering tidak terima atau merasa aneh dan terganggu kala ada orang lain tidak berpuasa. (Bdk. Mat 9:14). Kesannya bagi mereka semua orang mesti sama dengan mereka. Yesus berbeda dengan mereka. Berpuasa bagi-Nya bukan sekedar kebiasaan. Berpuasa merupakan pilihan dalam hidup seseorang karena maksud dan situasi tertentu. Puasa bukan sekedar mengikuti aturan tapi berlandaskan suatu daya pribadi yang mau memurnikan diri dan bersatu dengan peristiwa hidup insani dan ilahi.
Rasanya kita pun pada masa-masa tertentu perlu juga mengambil pilihan untuk berpuasa. Puasa mempunyai banyak nilai rohani dalam hidup kita. Bahkan Tuhan pun pernah mengatakan bahwa untuk menghadapi sesuatu kita perlu berdoa dan berpuasa. Puasa menjadi ruang untuk memurnikan arah hidup kita dan menguatkan orientasi pejiarahan kita di dunia ini.

Doa:
Tuhan Engkau pun memberikan teladan dan ajaran bagi kami untuk berdoa dan berpuasa. Semoga aku pun bisa menyediakan kesempatan untuk berpuasa. Dan semoga bila aku berpuasa aku sungguh bisa menjalani dengan hati tenang dan damai di antara saudara-saudariku yang tidak berpuasa. Amin.

Puasa
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: