Sabtu, 05 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 05 Mei 2018

Sabtu, 05 Mei 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 05 Mei 2018
Vinsen Soler, Angelus, Hari Sabtu Imam.
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21. BcO Kis. 20:1-16.

Nas Injil:
18 “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Percikan Nas
Rasa tidak senang akan gampang menguat kala melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan harapannya.
Suatu hari ada orang yang tidak senang dengan ketua lingkungannya. Segala sesuatu yang dilakukan ketua lingkungan tidak benar di matanya. Kebetulan lingkungan tersebut lagi mengadakan acara paskahan. Ketua lingkungan ikut sibuk ikut bersama menyiapkan acara tersebut. Namun saat perayaannya ia tidak bisa hadir karena ada tugas dari kantornya. Ketidakhadiran ketua lingkungan dalam perayaan tersebut menjadi makanan empuk orang yang tidak senang. Ia bilang bahwa ketua lingkungan tidak perhatian pada warga, tidak bertanggungjawab dll.
Yesus mengingatkan para murid bahwa dunia akan membenci mereka. Dunia membenci mereka karena sebelumnya telah membenci Yesus (Bdk. Yoh 15:18). Yesus pun menguatkan para murid. Dengan berita tersebut diharapkan para murid tetap bertahan dan tidak goyah. Mereka perlu siap kala semua itu terjadi.
Memang rasanya tidak mudah memuaskan semua orang. Pasti ada kelompok yang tidak puas dengan keberadaan kita. Namun kita tidak perlu goyah untuk terus berbuat sesuatu. Rerasan dari yang tidak terpenuhi harapannya akan selalu ada. Yang penting kita terus berbuat baik. Tidak goyah. Tidak perlu takut untuk dirasani karena orang tidak tahu apa yang sebenarnya telah kita kerjakan.

Doa:
Tuhan kuatkan kehendakku untuk terus berbuat baik. Semoga aku tidak goyah walau ada suara yang tidak menyenangkan. Hanya Engkaulah sandaranku. Dalam bahu-Mu aku melepas lelahku. Tangan-Mu penuntun langkahku. Amin.

Di Dunia yang Membenci.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: