Sabtu, 03 Februari 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 03 Februari 2018

Sabtu, 03 Februari 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 03 Februari 2018
St. Blasius, Ansgarius, Giuseooina Nicoli, Stefanus Bellesini, Yoakim dr Siena
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
1Raj. 3:4-13; Mzm. 119:9,10,11,12,13,14; Mrk. 6:30-34. BcO Kej. 37:2-4,12-36.

Nas Injil:
30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. 31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. 32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. 34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Percikan Nas
Setelah menjalankan perutusan Tuhan Yesus para rasul melaporkan hasil kerjanya. Mereka bangga akan segala keberhasilannya. Yesus menerima mereka dengan kasih dan mengajak mereka untuk beristirahat. Yesus mengajak mereka ke tempat suci dan sendirian.
Mungkin kita pun sering bangga dengan apa yang telah kita kerjakan, apalagi kalau berhasil dengan baik. Bahkan ada pula orang yang merasa bahwa dirinyalah sang keberhasilan walau pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan tim. Boleh-boleh saja kita bangga atas segala keberhasilan kita. Namun kiranya jangan kita lupa bahwa kita perlu masuk dalam keheningan dan mempersembahkan semua itu kepada Allah. Dialah yang memungkinkan kita meraih keberhasilan. Maka keberhasilan mesti dirayakan dalam doa dan keheningan di hadapan Allah.
Bagaimana sikapmu kalau anda mengalami keberhasilan? Apakah anda membawa keberhasilan anda ke hadapan Tuhan dalam doa dan syukur?

Doa:
Tuhan terima kasih telah memberikan rahmat sehingga aku bisa meraih keberhasilan hidup ini. Kupersembahkan semua hasil kebaikan ini ke dalam tangan kuasa-Mu. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: