Sabtu, 02 Juni 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Sabtu, 02 Juni 2018

Sabtu, 02 Juni 2018
by

Percikan Nas
Sabtu, 02 Juni 2018
Marselinus dan Petrus, Feliks dr Nikosia, Yohanes Baptista Skalabrini
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Yud. 17.20b-25; Mzm. 63:2,3-4,5-6; Mrk. 11:27-33. BcO 2Kor. 12:14-13:14.

Nas Injil:
27 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, 28 dan bertanya kepada-Nya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?” 29 Jawab Yesus kepada mereka: “Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. 30 Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!” 31 Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? 32 Tetapi, masakan kita katakan: Dari manusia!” Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi. 33 Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Percikan Nas
Dalam perjalannya Yesus mendapat pertanyaan dari para pemimpin agama Yahudi. Yesus tidak segera menjawab tapi malah mengajukan pertanyaan balik. Para pemimpin itu tidak mau menjawab pertanyaan Yesus. Karena itu Yesus pun tidak mau menjawab pertanyaan mereka.
Para pemimpin agama itu mengajukan pertanyaan untuk menjebak Yesus. Jawaban Yesus akan dipakai untuk menuntut dan menyalahkan. Pertanyaan jebakan seringkali masih berkembang pada jaman sekarang ini. Orang yang tidak senang atau pun terluka sering membuat pertanyaan yang menjebak. Jawaban apa pun akan digunakan untuk mempersalahkan yang menjawab.
Yesus mengajari kita untuk waspada terhadap jebakan-jebakan dalam hidup ini. Sedikit banyak ada orang yang tidak senang kepada kita dan ingin menyalahkan kita. Mereka memasang perangkap yang siap menjerat kita. Maka kita pun perlu terus waspada. Andaikan terpaksa kita bisa menjawab dengan jawaban-jawaban aman dan ringan. Kalau perlu balik bertanya sebagaimana Yesus perbuat.

Doa:
Tuhan semoga aku awas dengan segala macam jebakan yang ada. Anugerahkanlah kebijaksanaan dalam diriku untuk meyikapi pertanyaan-pertanyaan yang kuterima. Jangan biarkan aku jatuh dalam perangkap mereka yang ingin menjebak dan menyalahkanku. Amin.

Jebakan.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: