Rabu, 25 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 25 Juli 2018

Rabu, 25 Juli 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 25 Juli 2018
Pesta St. Yakobus Rasul
warna liturgi Merah

Bacaan-bacaan:
2Kor. 4:7-15; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Mat. 20:20-28. BcO Kis. 5:12-32 atau 1Kor. 1:17-2:5 atau 1Kor. 4:1-16.

Nas Injil:
20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. 21 Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” 22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” 23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” 24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. 25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Percikan Nas:
Hari ini adalah pesta St. Yakobus Rasul. Yang kita kenal dari santo ini adalah peran ibunya yang memintakan posisi bagi dia dan saudaranya kepada Yesus. Hal ini pula yang sempat membuat para murid lain emosi. Namun saya sangat tertarik dengan jawaban Yakobus dan saudaranya ketika ditanya Yesus. Mereka serentak menjawab, “Kami dapat” (Mat 2022).
Jawaban mereka ini bukan sekedar di mulut. Yakobus dan saudaranya sungguh meminum piala yang diminum Yesus. Mereka dengan segala macam tantangan tetap setia mengikuti Yesus. Jangankan hanya cibiran, ketidakpercayaan atau mungkin kekerasan, nyawa pun mereka ikhlaskan demi menghadirkan Kristus.
Semangat kedua pribadi ini layak kita timba. Kita tidak perlu menjadi pribadi manja, lemah jithung-jithungana. Kalau kita sungguh mengikuti Yesus kita layak mewujudkan kesanggupan yang telah kita ikrarkan. Jangan malah sudah sanggup tapi malah merepotkan yang lain karena tidak komitmennya diri kita. Bila berani mengatakan ‘kami dapat’, ‘kami sanggup’ wujudkan kesanggupan tersebut apapun yang terjadi. Jangan sampai bilang sanggup tapi malah ngrepoti. Yakobus layak menjadi pegangan kita.

Doa:
Tuhan kuatkanlah aku untuk mewujudkan kesanggupanku. Walau mungkin harus mulai dari awal semoga aku Kauberi kekuatan untuk memulai. Kalau aku sudah di tengah jalan semoga aku kuat untuk menyelesaikan sampai akhir. Daya-Mu kekuatanku. Amin.

Kami dapat.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: