Rabu, 25 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 25 April 2018

Rabu, 25 April 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 25 April 2018
Pesta St. Markus
warna liturgi Merah

Bacaan-bacaan:
1Ptr. 5:5b-14; Mzm. 89:2-3,6-7,16-17; Mrk. 16:15-20. BcO Ef. 4:1-16.

Nas Injil:
15 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. 16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. 17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, 18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” 19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. 20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Percikan Nas
Kata-kata orang yang dipercaya akan mengalir dalam diri seseorang. Semakin dalam kepercayaannya semakin kuat pula kata-kata tersebut bekerja dalam diri seseorang. Kadang apapun yang dikatakan orang yang dipercaya akan diikuti, walau mungkin secara publik kata-kata tersebut tidak selalu benar. Semakin kuat kepercayaannya tanpa disadari makin mendewakan orang tersebut.
Para murid semakin percaya kepada Yesus. Sabda Yesus di masa akhir bersama mereka sungguh membakar jiwa dan raga para murid. Mereka tidak lagi mengalami takut untuk menjadi pewarta kebangkitan Tuhan. Tidak mungkin hidup-Nya tidak memberitakan Tuhan. Mereka pun berkobar-kobar membagikan karya penyelamatan Allah dalam diri Yesus.
Pada saat-saat tertentu kita pun mungkin dipercaya orang lain. Kiranya kita tidak bermain-main dengan kepercayaan tersebut. Kalau kata kita menyesatkan maka banyak orang akan tersesat. Kita juga perlu waspada agar tidak mendewakan diri atau didewakan oleh orang lain. Hanya Tuhan satu-satunya yang layak kita sembah. Kepercayaan sesama layak kita syukuri dan gunakan dengan sebaik-baiknya.

Doa:
Tuhan tambahkanlah kepercayaanku kepada-Mu. Aku percaya Engkau tidak akan membiarkan aku yatim piatu. Aku punya Engkau ibu dan bapak kehidupanku sehingga aku merasakan penyertaan-Mu. Semoga aku pun bisa menjalakan perutusan-Mu. Amin.

Percaya.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: