Rabu, 23 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 23 Mei 2018
Yohana Antida Thouret
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Yak. 4:13-17; Mzm. 49:2-3,6-7,8-10,11; Mrk. 9:38-40. BcO 2Kor. 3:7-4:4.

Nas Injil:
38 Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” 39 Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. 40 Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Percikan Nas
Membaca bacaan Injil hari ini terbayang dalam diriku bagaimana para murid mencegah orang yang mengusir setan dalam nama Tuhan karena mereka bukan pengikut Tuhan. “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita” (Mrk 9:38). Karena bukan “bala” maka Yohanes mencegah mereka.
Sikap bala-balaan sampai sekarang ini masih sangat terasa. Sikap ini bukan hanya dilakukan oleh anak-anak. Orang tua-tua pun juga masih bala-balaan. Orang tua ini termasuk bapak-bapak juga lo. Kadang kalau melihat itu geli rasanya. Sudah tua kok masih bala-balaan, plus serik-serikan. Bahkan ada pula yang diam-diaman, sampai tidak mau salaman dan menghindari perjumpaan. Kalau jaman sekarang sampai blockir nomer hapenya.
Tuhan mengingatkan, “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku” (Mrk 9:39). Semua yang berkarya atas nama Tuhan tidak pernah sekaligus mengumpat Tuhan. Kita semua berkarya di Gereja ini dalam nama Tuhan dan kita berkarya sebagai Gereja. Kiranya kita tidak perlu membatasi diri dengan kerangkeng kita. Kita perlu sungguh untuk membuka diri pada siapapun. Lepaskan rasa gengsi yang membuat kita gampang sakit hati. Semua adalah saudara dalam berbhakti.

Doa:
Tuhan lembutkanlah hatiku agar gampang berbaik hati dengan siapa saja. Bentengilah diriku supaya tidak gampang sakit hati. Semoga aku gampang melihat sesama sebagai sahabat dalam berbhakti dan tidak mudah menutup diri pada siapa pun terutama mereka yang percaya kepada-Mu. Amin.

Saudara dalam berbhakti.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: