Rabu, 21 Maret 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 21 Maret 2018

Rabu, 21 Maret 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 21 Maret 2018
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42. BcO Bil. 16:1-11,16-24atau Bil. 16:1-35.

Nas Injil:
31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku 32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” 33 Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” 34 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. 36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” 37 “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.” 39 Jawab mereka kepada-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” 42 Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

Percikan Nas
Merdeka sebagai murid Kristus. Benarkah menjadi murid Kristus itu merdeka? Bukankah sebagai murid Kristus kita banyak mengalami kesulitan?
Suatu kali saya ketemu seorang bapak. Kalau dilihat dari jenjang karir dan kualitas dirinya dia layak untuk memegang jabatan publik tertentu. Ia pun pernah ditawari jabatan tersebut asal menanggalkan kekatolikannya. Bapak tersebut menolak. Ia pun tidak mendapatkan jabatan tersebut dan malah dipindah di pekerjaan yang tidak penting. Namun bapak itu tetap gembira dan melihat pengalaman tersebut sebagai kemenangan iman.
Kiranya itulah kemerdekaan murid Kristus. Ia merdeka menentukan pilihannya. Ia tidak merasa sedih kehilangan jabatan yang semestinya menjadi miliknya. Ia bahagia karena tetap bisa menjadi murid-Nya.
Ada banyak halangan yang kita hadapi sebagai murid-murid Kristus. Namun bersama Dia kita akan mampu melewati halangan itu dengan kebahagiaan. Walau tak ada jabatan, walau banyak halangan kita akan tetap melangkah dengan bahagia.

Doa:
Tuhan teruslah bersamaku. Kuatkan hatiku untuk menghadapi aneka godaan yang menggodaku melepaskan diri dari-Mu. Jagailah saudara-saudari kami yang sedang goyah imannya. Semoga mereka menjadi orang-orang merdeka karena mengimani-Mu. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: