Rabu, 19 September 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 19 September 2018

Rabu, 19 September 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 19 September 2018
Yanuarius, Maria De La Salette, Alfonsus dr Orozco, Fransiskus Maria dr Camporosso
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
1Kor. 12:31-13:13; Mzm. 33:2-3,4-5,12,22; Luk. 7:31-35. BcO Est. 14:1-19

Nas Injil:
31 Kata Yesus: “Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? 32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. 33 Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. 34 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. 35 Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya.”

Percikan Nas
Seringkali seorang mahasiswa bingung dengan skripsi atau tesis yang dibuat. Situasi bingung bukan karena materi yang dia bahas, tetapi karena koreksi dari pendampingan yang berubah-ubah. Dia membuat A karena koreksi sebelumnya. Setelah diubah ternyata dia diminta untuk kembali ke bahan sebelumnya. Apa yang diminta dan berubah-ubah itu membingungkan.
Ketika Yohanes hadir dengan tidak makan n minum, orang-orang komen bahwa ia kerasukan setan. Ketika Yesus hadir makan dsn minum Ia dikatai pelahap dan peminum. Tidak ada tindakan yang bisa diterima secara penuh.
Di banyak kesempatan orang pun memakai standar ganda dalam hidupnya. Standar tersebut diterapkan karena ia ingin menjadi yang berkuasa atau demi keenakan dirinya sendiri. Standar ganda ini pasti menimbulkan keresahan. Maka mari kita membangun konsistensi sikap kita. Hindari sikap yang hanya ingin berkuasa dan cari enaknya sendiri. Setiap orang punya cara dan kedudukannya. Mari kita selaraskan diri kita dengan dunia yang ada.

Doa:
Tuhan semoga kami bisa konsisten dengan aturan yang ada. Jauhkanlah kami dsri keinginan untuk memenangkan keingingan sendiri. Bantulah aku untuk peka dengan harapan sesamaku. Amin.

Standar ganda

September adalah Bulan Kitab Suci
“Ayo rajin baca Kitab Suci”
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: