Rabu, 18 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 18 April 2018

Rabu, 18 April 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 18 April 2018
Hari Biasa Pekan III Paskah
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 8:1b-8; Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a; Yoh. 6:35-40. BcO Kis. 9:23-43.

Nas Injil:
35 Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. 36 Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. 37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. 38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. 39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Percikan Nas
Dalam beberapa kesempatan kita sering mendengar, melihat, bahkan mungkin mengalami sendiri seorang anak dititipkan pada keluarganya. Ada yang karena si anak sekolah atau kerja di daerah saudaranya tersebut. Banyak yang krasan tinggal di keluarga seperti itu. Banyak pula yang tidak. Namun bagaimanapun mereka yang dititipi akan selalu berusaha menjaga dengan baik. Ia tidak ingin ada yang kurang darinya.
Tuhan Yesus ingin menjaga semua yang diserahkan Bapa kepada-Nya. Ia tidak ingin satu pun dari mereka yang hilang dan tersesat. Yesus selalu menjaga bahkan mencari mereka yang hilang. Pada-Nya tanggung jawab itu diberikan.
Kiranya kita pun perlu memegang tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Kala kita diberi tanggungjawab semestinya kala kita mengiyakan kita mesti sungguh-sungguh menjalankannya. Keseriusan menjalankan tanggungjawab yang kita iyakan menegaskan kedewasaan kita. Walau mungkin untuk menjalankannya ada pengorbanan yang tidak sedikit. Namun kala kita mengiyakan sesuatu tapi menghindari peran yang mesti kita lakukan kita bukan hanya mengingkari orang lain tetapi juga merendahkan diri sendiri.

Doa:
Tuhan semoga aku sungguh bisa menjalankan tanggungjawab yang kuterima. Jauhkanlah diriku mengabaikan tanggungjawabku. Amin.

Bertanggungjawab.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: