Rabu, 16 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 16 Mei 2018

Rabu, 16 Mei 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 16 Mei 2018
Gemma Galgani, Aloisius Orione, Alipius dan Possidius, Simon Stock, Margaretha dr Cortona, Andreas Bobola
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 20:28-38; Mzm. 68:29-30,33-35a,35b-36c; Yoh. 17:11b-19. BcO Kis. 27:1-20.

Nas Injil:
11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. 14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Percikan Nas
Dalam percakapan akhir-akhir ini banyak orang bertanya: mengapa ada orang setega itu ya, mengajak seluruh keluarganya mati dengan meletuskan bom bunuh diri? Apakah mereka benar masuk surga dan disambut bidadari-bidadari? Di mana rasa kemanusiaan mereka? Ajaran apa yang bisa membuat mereka jadi seperti itu? Masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari mulut banyak orang.
Kita tidak tahu semua jawaban yang tepat untuk itu. Semua hanya bisa kita duga-duga. Semua itu terjadi karena keputusan pribadi para pelaku melakukan tindakan tersebut. Pasti ada ajaran yang mempengaruhi. Pasti ada latar belakang yang menggerakkan. Dan semua itu mendorong mereka pada tindakan jahat, tindakan menghilangkan nyawa manusia.
Tuhan pun mendoakan kita supaya terbebas dari kebinasaan tindakan dunia yang jahat. “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15). Memang ada saudara-saudari yang menjadi korban tindakan jahat para teroris. Namun demikian saudara-saudari kita ini tidak binasa. Mereka ada dalam lindungan dan pelukan kasih Tuhan. Doa-doa yang kita lambungkan menjadi tanda mereka ada dalam cinta manusia yang tinggal dalam kasih Tuhan. Maka marilah kita panjatkan doa-doa kita pada para korban dan bagi kedamaian bangsa ini.

Doa:
Tuhan terimalah saudara-saudari kami yang menjadi korban kejahatan dunia ini. Mereka ada dalam rengkuhan kasih-Mu. Bawalah mereka dalam persekutuan para kudus-Mu. Berkatilah pula bangsa kami agar selalu ada dalam kedamaian dan ketentraman. Berkatilah para aparat agar mampu mengembalikan jiwa kesatuan bangsa ini. Amin.

Tidak Binasa.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: