Rabu, 11 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 11 Juli 2018

Rabu, 11 Juli 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 11 Juli 2018
Peringatan Wajib St. Benediktus
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Hos. 10:1-3,7-8,12; Mzm. 105:2-3,4-5,6-7; Mat. 10:1-7; BcO Ams. 9:1-18.

Nas Injil:
1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. 2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, 3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, 4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. 5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. 7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.

Percikan Nas:
Suatu kali ada umat yang menceritakan keprihatinannya. Di lingkungan dia umatnya sedikit dan berjauhan. Di lingkungan lain ada yang bercerita umatnya tinggal yang tua-tua. Di lingkungan lain lagi ada kesedihan karena beberapa orang mudanya menikah di luar gereja. Persoalan-persoalan ini membawa dampak tersendiri bagi dinamika hidup berjemaat.
Pada masa karya-Nya, Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah. Mereka diutus untuk, “pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat 10:6-7). Tuhan mengutus para murid untuk pergi kepada domba-domba yang hilang.
Perutusan Tuhan ini selalu kita terima sebelum kita meninggalkan gereja kala mengikuti ekaristi. Imam akan mengatakan, “Pergilah, kalian diutus.” Perutusan ini memuat arti yang sangat luas. Salah satunya adalah untuk menjaga iman satu sama lain dan mencari mereka yang hilang. Kiranya hal ini bisa menjadi kesadaran kita kembali. Kita perlu sungguh saling menjaga dalam beriman dan menemukan kembali yang hilang. Dalam nama Tuhan selalu ada jalan.

Doa:
Tuhan semoga kami sungguh mampu bersekutu sebagai umat-Mu dan saling meneguhkan. Limpahkanlah rahmat ketrampilan kepada kami untuk membawa kembali mereka yang telah pergi meninggalkan-Mu. Kami percaya Engkau akan menjagai kami. Amin.

Menghayati perutusan.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: