Rabu, 11 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 11 April 2018

Rabu, 11 April 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 11 April 2018
Peringatan Wajib St. Stanislaus
warna liturgi Merah

Bacaan-bacaan:
Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21. BcO Kis. 6:1-15.

Nas Injil:
16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. 18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. 20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.”

Percikan Nas
Ketika orang ditangkap karena kasus korupsi atau terorisme orang sering terbawa pada kehidupan keseharian mereka. Tidak sedikit mereka memberi kesaksian soal hidup baik orang-orang tersebut. Penangkapan orang-orang tersebut sering menimbulkan keheranan dan rasa kaget pada mereka yang mengenalnya.
Yohanes menulis, “Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak” (Yoh 3:20). Mereka mampu menyembunyikan kejahatannya dalam sikap baik yang ditampilkan. Seorang koruptor bisa menampilkan diri sebagai seorang dermawan. Yang lebih memprihatinkan lagi orang baik jatuh pada tindakan jahat karena tidak mampu menahan godaan.
Bertahan dalam kebaikan memang tidak mudah. Kiranya salah satu langkah yang bisa menjaga pada kebaikan adalah berjalan di jalan terang. St. Yohanes pun menegaskan, “Barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah” (Yoh 3:21).

Doa:
Tuhan semoga aku selalu berada dalam jalan terang-Mu. Aku percaya kala aku berjalan di jalan terang semua akan terlihat dengan baik. Kuatkanlah hatiku untuk bertahan dalam jalan-Mu, kebaikan. Amin.

Jalan terang
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: