Rabu, 08 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Rabu, 08 Agustus 2018

Rabu, 08 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Rabu, 08 Agustus 2018
Peringatan Wajib
St. Dominikus Pendiri Ordo Pengkotbah
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Yer. 31:1-7; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Mat. 15:21-28. BcO Yl. 2:28-3:8.

Nah Injil:
21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. 22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” 23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” 24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” 26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” 27 Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Percikan Nas:
Suatu kali ada seorang bapak tampak sedih sekali. Ia mengirim pesan kepada semua temannya untuk mendoakan anaknya yang terbaring sakit dan harus operasi. Waktu itu saya juga mendapat pesan tersebut. Saat itu saya menjawab, “Mas aku kirimi laguku ya untuk didoakan dan didengarkan anakmu.” Lalu kukirimi lagu ‘Tepat Pada Waktunya’. Sang bapak itu terus memperdengarkan lagu tersebut. Iman sang Bapak dan doa semua kenalannya didengarkan Tuhan. Tuhan sungguh menolong anaknya tepat pada waktunya. Sang anak sembuh tanpa harus operasi.
Niat dan permohonan yang sungguh-sungguh akan didengarkan Tuhan. Sang Bapak tadi sungguh-sungguh berharap akan pertolongan Tuhan. Iman Bapak ini kiranya menggambarkan iman perempuan yang mengharapkan pertolongan Yesus, sebagaimana dikisahkan dalam Injil.
Kisah ini memberi pelajaran bagi kita untuk terus yakin akan pertolongan Tuhan. Walau kita tidak bisa menebak kapan pertolongan itu datang, namun ia akan hadir tepat pada waktunya.

Doa:
Tuhan aku mengandalkan pertolongan-Mu. Aku percaya Engkau akan menolong aku tepat pada waktunya. Berilah aku daya tahan untuk setia menanti pertolongan-Mu. Amin.

Tuhan selalu menolong
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: