Minggu, 27 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 27 Mei 2018

Minggu, 27 Mei 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 27 Mei 2018
HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Ul. 4:32-34,39-40; Mzm. 33:4-5,6,9,18-19,20,22; Rm. 8:14-17; Mat. 28:16-20. BcO Ef 1:1-14 atau 1Kor 2:1-16.

Nas Injil:
16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Percikan Nas
Hari ini kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Sering kita mengalami kesulitan untuk memahami ini. Saya dalam kesempatan ini pun tidak akan omong diskursus tersebut dalam tulisan singkat ini. Aku hanya ingin berbagi penghayatan dan rasaku dalam mengimani Tritunggal Mahakudus.
Pertama hal yang sangat terasa dalam mengimani Tritunggal adalah rasa dicintai Allah yang tak berbatas waktu dan ruang. Allah mencipta kita. Allah menebus kita. Allah pula yang selalu menuntun kita untuk sampai pada kebenaran sejati. Allah terus berada bersama kita dalam sejarah hidup kita. Yesus pun mengatakan, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:20).
Tuhan kita Tritunggal Mahakudus adalah Tuhan yang sangat mencintai kita dan bertanggungjawab. Rasanya sungguh bersyukur selalu disertai Tuhan sepanjang sejarah hidup kita. Kala kita disertai orang tua pun hati ini begitu bergembira apalagi selalu disertai Tuhan. Maka di hari Tritunggal Mahakudus ini kita layak bersyukur karena Tuhan sangat mencintai kita. Mari kita rasakan cinta Tuhan tersebut. Kalau kita mampu merasakan cinta Tuhan hidup kita pun akan subur. Cinta itu akan menyuburkan hidup kita.

Doa:
Tuhan terima kasih cinta-Mu. Engkau tidak tidak pernah meninggalkan kami menjadi yatim piatu. Semoga kami pun mampu menangkap cinta-Mu dengan baik supaya hidup kami menjadi subur. Amin.

Tritunggal Mahakudus.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: