Minggu, 26 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 26 Agustus 2018

Minggu, 26 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 26 Agustus 2018
Hari Minggu Biasa XXI
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Yos. 24:1-2a,15-17,18b; Mzm. 34:2-3,16-17,18-19,20-21,22-23; Ef. 5:21-32; Yoh. 6:60-69. BcO Tit. 1:1-16.

Nas Injil:
60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” 61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? 62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? 63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. 64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. 65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” 66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. 67 Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” 68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; 69 dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Percikan Nas:
Suatu hari seorang pimpinan menegur bawahannya. Baginya anak buahnya tidak cekatan dan cenderung tidak ingin bergerak maju. Setelah berselang waktu sang pimpinan pun mengatakan, “Maaf saya omong keras demi kemajuan kalian, jangan sakit hati ya?” Anak buahnya pun berkata, “Kami tidak sakit hati, malah senang ditunjukkan apa yang mesti kami lakukan. Terima kasih.”
Orang-orang yang semula mengikuti Yesus mundur. Mereka tidak sanggup menerima perkataan Yesus yang dirasa keras. Namun rasul tidak mundur. Diwakili Petrus mereka berkata, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yoh 6:68-69).
Ketika kita mau mengerti dan mengenali sekaligus percaya pada arahan orang yang kita percaya, kita tidak akan mudah patah arang walau perkataannya kadang terasa keras. Kita akan menangkap perkataannya itu sebagai tuntunan dan norma bagi langkah hidup kita agar menjadi lebih baik. Hanya mereka yang sudah merasa hebat dan baik yang gampang patah arang kala diingatkan.

Doa:
Tuhan kadang kami pun merasa kata-kata-Mu keras bagi kami. Saat kami ingin mendapatkan peneguhan tapi kata-kata-Mu malah kutukan. Setelah kami rasakan kata-kata itu ternyata mengingatkan kami untuk tidak manja, lemah dan tak bersemangat. Ajarilah kami untuk menangkap maksud baik dari kata-kata-Mu. Amin.

Kata Penuntun
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: