Minggu, 25 Februari 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 25 Februari 2018

Minggu, 25 Februari 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 25 Februari 2018
HARI MINGGU PRAPASKAH II
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18; Mzm. 116:10,15,16-17,18-19; Rm. 8:31b-34; Mrk. 9:2-10. BcO Kel. 13:17-14:9.

Nas Injil:
2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, 3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. 4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. 5 Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” 6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. 7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” 8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. 9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. 10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Percikan Nas
Kala berada di tempat yang indah kita sering ingin berlama-lama. Ketika reuni kita bisa ngobrol panjang lebar sampai lupa waktu. Saat belanja ibu-ibu sampai lupa kalau telah lama ditunggu suaminya. Namun kita harus berani memotong semua kesempatan itu untuk kembali menjalankan kehidupan normal.
Petrus pun tampak menikmati kebersamaan kemuliaan Tuhan. “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (Mrk 9:5). Namun Yesus tetap mengingatkan mereka untuk kembali ke kehidupan nyata. Mereka harus turun gunung dan memberitakan keselamatan Tuhan.
Apa yang anda lakukan ketika berada dalam situasi nikmat dan aman? Bagaimana membangun niat untuk kembali semangat bekarya?

Doa:
Tuhan semoga aku tidak terbuai oleh kenikmatan yang kudapatkan. Semoga aku selalu sadar bahwa aku mesti terus berkarya. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Comments

  1. Marcus Sujianto : Februari 25, 2018 at 7:53 am

    Matur Nuwun Romo Agung & BD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: