Minggu, 24 Juni 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 24 Juni 2018

Minggu, 24 Juni 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 24 Juni 2018
HARI RAYA KELAHIRAN St. YOHANES PEMBAPTIS
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Yes. 49:1-6; Mzm. 139:1-3,13-14ab,14c-15;Kis. 13:22-26; Luk. 1:57-66,80. BcO Yer. 1:4-10,17-19. atau Za. 3:1-4:14.

Nas Injil:
57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. 58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. 59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, 60 tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” 61 Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” 62 Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. 63 Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan merekapun heran semuanya. 64 Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 65 Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. 66 Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia. 80 Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Percikan Nas:
Suatu keluarga baru umumnya bergembira kala tahu sang isteri dinyatakan mengandung. Ia pun akan menjaga sedemikian rupa agar kandungannya bertumbuh dengan baik. Kala kelahiran datang, suka gembira hatinya pun makin menggema. Pilihan nama yang sudah dipersiapkan segera ditemakan pada sang bayi kesayangannya. Dengan nama itu keluarga itu mengharapkan sesuatu pada anaknya.
Elisabeth melahirkan anak laki-laki yang telah sekian lama dinantikan. Ia dan Zakaria suaminya menamai anaknya Yohanes. Meski nama itu tidak ada dalam garis keturunan mereka namun mereka tetap teguh menamai anaknya Yohanes yang berarti Tuhan yang baik dan mahapemurah. Zakaria mengikuti pesan yang diterima untuk menamai anak seperti itu.
Setiap pribadi dari kita pasti juga mempunyai nama. Nama kita pun punya arti dan maksud. Orang tua memberi nama pada kita pasti mempunyai msksudnya. Pernahkah anda mengenali arti dan harapan mengapa diberi nama seperti itu? Mari kita cari arti nama kita dan apa harapan di balik nama tersebut. Kita hidupi harapan yang diberikan pada kita.

Doa:
Tuhan, pujian dan syukur atas kebaikan yang kauberikan melalui orang tua kami. Mereka telah memberi nama kepada kami. Mereka membangun harapan pada kami. Semoga kami bisa menghidupi harapan tersebut dan mewujudkannya dalam sejarah hidup kami. Amin.

Namaku.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: