Minggu, 23 Juli 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 23 Juli 2018

Minggu, 23 Juli 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 23 Juli 2018
Hari Minggu Biasa XVI
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Yer. 23:1-6; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Ef. 2:13-18; Mrk. 6:30-34. BcO Ayb. 11:1-20.

Nas Injil:
30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. 31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. 32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. 34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Percikan Nas:
Sering kita mengalami kebingungan kala kendaraan kita mogok. Sudah kita coba ksana-sini tapi tetap tidak bisa menyala. Lalu kita panggil bengkel. Dengan keahliannya bengkel itu coba sana-sini dan kendaraan kita bisa menyala. Ia mempunyai aneka cara untuk menghidupkan yang mati. Jalan yang satu tidak berhasil ia pun mempunyai jalan yang lain yang memungkinkan kembali hidupnya kendaraan yang mati.
Para murid tahu Yesus meninggalkan mereka dengan perahu. Mereka bisa menduga di mana Yesus dan para rasul akan berlabuh. Demi menemui Yesus mereka mengambil jalan darat. Dan jalan yang mereka pilih benar. Mereka pun bisa menemui Yesus.
Jalan untuk menemui Tuhan itu beraneka. Kiranya kita pun perlu untuk mencarinya. Tuhan akan menaruh belas kasih pada mereka yang berusaha. Ia akan menghidupkan jiwa yang terkulai. Tidak ada jalan yang sama sekali buntu. Ketrampilan hidup kita digabung dengan rahmat Tuhan mencukupi untuk menghidupkan hidup kita. Selalu ada cara.

Doa:
Tuhan Engkau selalu berbelas kasih pada mereka yang berusaha dan percaya kepada-Mu. Semoga aku pun tidak gampang menyerah untuk menemukan jalan-Mu. Daya dan rah-Mu memungkinkan aku untuk menjumpai-Mu. Amin.

Selalu ada cara.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: