Minggu, 19 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 19 Agustus 2018

Minggu, 19 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 19 Agustus 2018
Minggu Biasa XX
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
Ams. 9:1-6; Mzm. 34:2-3,10-11,12-13,14-15; Ef. 5:15-20; Yoh. 6:51-58. BcO Pkh. 1:1-18.

Nas Injil:
51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” 52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” 53 Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Percikan Nas:
Semalam dibuka Asian Games di Indonesia. Pembukaan yang keren membuat bangga anak negeri sebagai bangsa Indonesia. Darah dan daging sebagai bangsa Indonesia terasa menyala dan hidup bagi setiap warga, kecuali bagi para tukang nyinyir hehehe. Masyarakat Indonesia mereguk darah Indonesia dan menyantap daging Indonesia.
Tuhan Yesus bersabda, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh 6:54). Kiranya hal ini bukanlah kanibalisme. Seperti suasana hati orang Indonesia sekarang ini kita pun sebagai murid Kristus mesti merasakan dan menghidupi darah Kristus sebagai minuman dan daging Kristus sebagai makanan.
Hidup sebagai murid Tuhan memang mesti terus memiminum darah-Nya dan memakan tubuh-Nya. Kesatuan dengan seluruh hidup Kristus membuat gerak kita selaras dengan kehendak Bapa. Ada banyak langkah untuk itu. Salah satu yang layak kita buat adalah rajin membaca Kitab Suci. Dalam Kitab Suci kita bisa mengenal dan mengerti siapa Tuhan dan kehendak-Nya.

Doa:
Tuhan Engkau darah dan daging kehidupanku. Semoga aku selalu menyatu dengan darah dan tubuh-Mu. Limpahkanlah berkat kekuatan-Mu kepadaku. Amin.

Tubuh dan darah.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: