Minggu, 13 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 13 Mei 2018

Minggu, 13 Mei 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 13 Mei 2018
HARI MINGGU
PASKAH VII,
Hari Minggu Komunikasi Sedunia
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 1:15-17,20a,20c-26; Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab; 1Yoh. 4:11-16; Yoh. 17:11b-19. BcO Kis. 24:1-6,8b-27.

Nas Injil:
11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 12 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. 13 Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. 14 Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 15 Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. 16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. 18 Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; 19 dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.

Percikan Nas
Hari ini adalah Hari Komunikasi Sosial sedunia. Bapa Suci Fransiscus mengangkat tema: “Kebenaran yang Memerdekakanmu: berita palsu dan jurnalisme perdamaian”.
Sekarang ini kita dibanjiri oleh arus informasi. Lagi mendengkur tidur pun informasi itu datang kepada kita. Derasnya arus informasi ini sering membuat kita bingung mana yang benar dan mana yang salah. Dan seringkali dengan sadar, tak sadar atau spontan kita langsung membagikannya pada yang lain. Masalah pun sering muncul dari sana. Fasilitas untuk pertemanan dan berbagi berkah menjadi fasilitas pencipta masalah.
Kiranya kita perlu sungguh perlu agak sabar untuk berbagi pesan. Kita cermati sungguh terlebih dahulu sebelum kita membagikannya. Tentu baik kita membawanya kepada Allah karena Tuhan bersabda, ” Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh 17:17). Dalam nama Tuhan sang Kebenaran kita akan menemukan kebenaran.
Kiranya kita memang sungguh diundang untuk menghadirkan kebenaran. Memang mungkin ada banyak kesulitan kala hidup dalam kebenaran. Tetapi mereka yang hidup dalam kebenaran akan menjadi orang-orang merdeka. Jangan takut berada dalam kebenaran. Tuhan telah mendoakan kita, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat” (Yoh 17:15).

Doa:
Tuhan jagailah orang yang teraniaya karena kebenaran. Semoga mereka terus mengalami rahmat-Mu dan tidak goyah menjadi saksi kebenaran. Bantulah pula kami agar mampu berpegang pada kebenaran dan selalu menghadirkan kebenaran. Amin.

Saksi kebenaran.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: