Minggu, 04 Maret 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Minggu, 04 Maret 2018

Minggu, 04 Maret 2018
by

Percikan Nas
Minggu, 04 Maret 2018
HARI MINGGU PRAPASKAH III
warna liturgi Ungu

Bacaan-bacaan:
Kel. 20:1-17 (Kel. 20:1-3,7-9,12-17); Mzm. 19:8,9,10,11; 1Kor. 1:22-25; Yoh. 2:13-25. BcO Kel. 22:20-23:9.

Nas Injil:
13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. 14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. 15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. 16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” 17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” 18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” 19 Jawab Yesus kepada mereka: “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” 20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” 21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. 22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. 23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. 24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Percikan Nas
Marah. Setiap orang pasti pernah marah. Ada pula orang yang sangat biasa marah. Namun kita akan terkaget-kaget kalau orang yang tidak biasa marah tiba-tiba marah-marah. Selain itu kita juga sadar bahwa pasti kemarahan itu punya sebab. Mereka yang biasa marah biasanya penyebabnya juga kecil-kecil. Namun orang yang tidak biasa marah lalu tiba-tiba marah pasti ada hal berat yang menyebabkan.
Yesus marah kepada para pedagang-pedagang dan penukar uang di Bait Allah. Pertama karena mereka menggunakan Bait Allah untuk mengambil untung. Kedua karena mereka memanfaatkan kebutuhan umat dengan mencari untung yang tidak wajar. Yesus ingin mengembalikan kesucian Bait Allah dan peribadatan di dalamnya.
Lalu bolehkah kita marah? Rasanya sesekali sih boleh-boleh saja, asal jangan menjadi kebiasaan. Namun demikian kiranya amarah tersebut perlu dilandasi dengan alasan yang kuat. Kita tidak sembarangan dan sedikit-sedikit marah. Kita tetap perlu mengatur rasa amarah kita. Kalau mau marah sebaiknya analisa dulu apa penyebabnya dan apa tujuannya.

Doa:
Tuhan terima kasih atas amarah-Mu yang ingin mengembalikan kesucian kami. Semoga kami pun mampu menjaga dorongan amarah kami. Bila terpaksa marah semoga kemarahan kami demi kebaikan banyak orang. Amin.
(goeng)

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: