Kamis, 30 Agustus 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Kamis, 30 Agustus 2018

Kamis, 30 Agustus 2018
by

Percikan Nas
Kamis, 30 Agustus 2018
Guarinus dan Amadeus, Ghebre Micahel, Eustaquio van Lieshout
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
1Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7; Mat. 24:42-51. BcO 1Tim. 2:1-15.

Nas Injil:
42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. 43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. 44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” 45 “Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? 46 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. 48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: 49 Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, 50 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, 51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Percikan Nas:
Dulu waktu masih sekolah rasanya senang kalau ada pelajaran kosong. Waktu itu menjadi waktu bebas. Mereka yang tekun akan menggunakan waktu itu untuk belajar pribadi. Mereka yang santai akan menggunakannya untuk ngobrol-ngobrol. Tidak jarang waktu itu dianggap sebagai waktu bebas. Akibatnya suasana gaduh pun terasa. Pada saat seperti itu kita akan mendapat peringatan keras atau hukuman kalau kepala sekolah, atau guru yang bersangkutan atau guru lain datang.
Situasi kosong kadang dimanfaatkan para hamba. Tidak segera datangnya sang tuan memberi kesempatan pada mereka untuk berpesta pora. “Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk” (Mat 24:49). Ketika tuannya tiba-tiba datang maka ia akan menghukum mereka.
Banyak waktu yang kita miliki tanpa pengawasan. Memang kita bisa apa saja pada waktu-waktu seperti itu. Namun layak juga mengingat bahwa penggunaan waktu tersebut menentukan perolehan kita. Ketika kita bersungguh-sungguh mengisi waktu tersebut kita pun akan mendapatkan hadiah selaras dengan kesungguhan kita, bahkan lebih. Sebaliknya sikap bila kita tidak bertanggungjawab maka banyak kehilangan yang akan kita sesali. “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (Mat 24:42).

Doa:
Tuhan semoga aku bertanggungjawab atas waktuku walau tanpa pengawasan. Semoga aku terus bertekun di kala pemimpinku sedang tidak mengawasi. Aku percaya banyak rahmat Kaulimpahkan pada mereka yang bertanggungjawab dan selalu berjaga. Amin.

Tanpa pengawasan
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: