Kamis, 28 Juni 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Kamis, 28 Juni 2018

Kamis, 28 Juni 2018
by

Percikan Nas
Kamis, 28 Juni 2018
Peringatan Wajib St. Ireneus
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan:
2Raj. 24:8-17; Mzm. 79:1-2,3-5,8,9; Mat. 7:21-29; Sore menjelang Hari Raya : Kis. 3:1-10; Mzm. 19:2-3,4-5; Gal. 1:11-20; Yoh. 21:15-19. BcO Ezr. 9:1-9,15-10:5.

Nas Injil:
21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” 24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.” 28 Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, 29 sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.

Percikan Nas:
Kalau meliat orang membangun pekerjaan awal terasa berat banget. Para tukang mesti membersihkan lahan, menggali lobang pondasi di bawah terik matahari, memecah-mecah batu agar bisa dipasang untuk pondasi. Melihat saja rasanya cape apalagi melaksanakannya. Namun semua itu mesti dikerjakan dengan baik agar bangunan di atasnya dapat berdiri dengan kokoh.
Dasar yang kokoh penting untuk menopang bangunan yang kita impikan. Kala dasar itu kokoh maka bangunan kita pun akan tahan terhadap banjir dan topan. Kita perlu sungguh bergerak untuk menyiapkannya bukan sekedar berteriak-teriak.
Menyiapkan dasar memang butuh energi yang luar biasa. Seringkali akan ditemui tantangan-tantangan yang bisa melemahkan semangat. Rasanya kelelahan itu tidak akan menyurutkan daya kala mimpi sudah kita batinkan dalam diri kita. Impian dan imaginasi yang akan selalu menguatkan saat daya terasa melemah.

Doa:
Tuhan semoga aku tidak lelah untuk menyiapkan dasar yang kokoh. Semoga karena rahmat-Mu aku bisa membangun dasar yang baik supaya bisa menata bangunan dengan mudah dan baik. Amin.

Menyiapkan dasar.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: