Kamis, 26 April 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Kamis, 26 April 2018

Kamis, 26 April 2018
by

Percikan Nas
Kamis, 26 April 2018
Hari Biasa Pekan IV Paskah
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20. BcO Kis. 14:8-15:4

Nas Injil:
16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. 18 Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. 19 Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. 20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku.”

Percikan Nas
Ada banyak kesempatan saya mengirim orang untuk menggantikanku mengikuti suatu acara. Umumnya mereka diterima dengan baik oleh penyelenggara. Bahkan ada yang merasa sangat dihormati dan mendapatkan pelayanan yang baik.
Tuhan bersabda, “Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku” (Yoh 13:20). Utusan adalah representasi yang mengutus. Utusan menghadirkan sang pengutus. Kata dan perbuatannya pun menampilkan kata dan perbuatan pengutus.
Kita semua adalah utusan Tuhan di dunia kita ini. Kita mesti mempresentasikan Tuhan dalam kata dan perbuatan kita. Agar mampu menghadirkan Tuhan kita perlu terus bertanya dan berjumpa dengan Tuhan. Menangkap pesan-pesan Tuhan yang mesti disampaikan. Maka perlulah kiranya kita bergaul akrab dengan Tuhan. Keakraban tersebut yang akan membantu dan mengenali maksud dan kehendak Tuhan. Mari kita akrab dengan Tuhan.

Doa:
Tuhan aku tahu bahwa aku masih sangat jauh untuk menjadi utusan-Mu. Namun terima kasih telah Kaupercaya menjadi utusan-Mu. Perkenankan aku untuk selalu akrab dengan-Mu. Bantulah aku untuk mengenali maksud dan kehendak-Mu sehingga aku makin layak menjadi utusan-Mu. Amin.

Akrab dengan Tuhan.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: