Kamis, 24 Mei 2018 – Paroki Santa Maria Bunda Penasihat Baik – Wates, Kulon Progo, Yogyakarta

Kamis, 24 Mei 2018

Kamis, 24 Mei 2018
by

Percikan Nas
Kamis, 24 Mei 2018
Paskalis Baylon
warna liturgi Putih

Bacaan-bacaan:
Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Yoh. 17:20-26.BcO Kis. 27:21-44.

Nas Injil:
20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; 21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. 22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: 23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. 24 Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 25 Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; 26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Percikan Nas
Suatu kali aku mengunjungi ayahku yang lagi terbaring sakit. Beberapa saat aku bisa mampir di rumah. Kami ngobrol sana-sini. Bapak menanyakan bagaimana situasiku di Wates. Aku meyakinkannya bahwa aku baik-baik di Wates. Banyak hal baru yang kualami dalam menjalani perutusan di paroki. Bapak tampak senang. Setelah beberapa lama kami ngobrol aku pun pamit balik ke Wates. Bapakku pun mempersilakan dan berpesan agar aku hati-hati di jalan. Kuliat sejenak wajahnya. Terlihat ada rasa gela karena hanya ketemu singkat namun beliau tampak senang karena aku baik-baik saja.
Percakapan singkat itu mengenang dalam diriku. Orang tua selalu menginginkan anaknya berada dalam keadaan baik. Walau fisiknya sudah tidak terlalu kuat namun hatinya sangat kuat untuk memberi perhatian kepada anak-anaknya. Ia ingin menjamin anaknya berada dalam kondisi baik. Warta baik dari kita pun akan melegakan orang tua.
Tuhan Yesus lebih dari orang tua kita. Ia ingin mereka yang percaya kepada-Nya ada dalam kesatuan dengan diri-Nya dan Bapa. Ia mau kasih-Nya tinggal dalam diri mereka. Cinta-Nya begitu besar. Kita telah merasakan indah dan membahagiakannya dicintai orang tua. Maka layaklah kita bergembira dan bersukacita karena cinta Allah yang begitu besar kepada kita.

Doa:
Tuhan terima kasih atas cinta-Mu. Pujian dan syukur atas rahmat cinta-Mu itu. Terima kasih pula telah menganugerahi kami dengan orang tua yang selalu memberi perhatian. Terima kasih pula telah memberikan orang-orang yang mencintai kami. Limpahkanlah berkat-Mu kepada mereka. Amin.

Cinta yang besar.
(goeng).

share

Recommended Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: